Pages

Feb 7, 2012

KEPINDAHAN DAN TETESAN AIR MATA

Moving and Tears...




Pindah mungkin kalimat itu yang sekarang ada di benak atau pikiran gue. mungkin esensi menjadi mahluk hidup adalah pindah, mulai dari kita pindah dari rahim ibu ke dunia nyata, pindah sekiolah dan mungkin pada akhirnya kita pindah hidup. mati, pindah ke alam lain..





Kenapa kali ini gue berfikir tentang "pindah?" yang pertama gue terinspirasi dari buku raditya dika yang berjudul "manusia setengah salmon ". lalu karena adik ipar gue akan pindah sekolah, dan mungkin akan berakibat kepada kakaknya (pasangan gue) dan adiknya. mereka 3 bersaudara, mereka sekolah swasta di daerah tambun - bekasi sama seperti gue, 1 angkatan dengan kakaknya. dia adalah adik kelas 8, dan adiknya lagi baru kelas 6 sd. 
"Pindah rumah dan pindah sekolah..."
betapa galau nya gue mendengar ini semua, seolah membuat gue stress berat. apakah ini tandanya gue akan mengalami hubungan jarak jauh kembali? apakah gue akan jarang bercanda dengan adik-adik ipar gue? dan apakah gue akan semakin jauh dengan orang tua nya? mereka semua sangat berarti bagi perjalana hidup gue, dari kenangan-kenangan yang telah dilalui.. canda, riang, tertawa bersama dan gue ga akan pernah lupa akan kebersamaan yang telah terjalin..

rencana perpindahan ini sangat merubah kehidupan gue, mulai dari galau akan cita-cita, galau tentang jarak, dan galau akan kangen dengan sesuatu yang berhubungan tentang "kejauhan"..
Hidup sesungguhnya adalah potongan antara pindah satu dengan yang lain nya. kita berada di antaranya, bahkan foto mesra sepasang kekasih bisa pindah dari figura ke tempat sampah sehabis mereka putus..
atau mungkin akan menjadi lukisan setelah mereka berkeluarga.
kalau pindah identik dengan kepergian maka kesedihan menjadi sesuatu yang mengikutinya. kita berfikir bahwa ini adalah perpisahan sehingga merasa sedih melepas hal-hal yang akrab..
hal-hal yang selama ini membuat kita senang dan nyaman. pada akhirnya rasa cemas pun menghantui "perpindahan" ini.
apakah enak? apakah akan sama menyenangkan? apakah lebih baik? dan semua itu akan tergantikan? walaupun begitu kita harus berani berjuang untuk mewujudkan harapan. mungkin, gue hanya perlu mencari kebahagiaan kecil di antara "perpindahan" ini.




proses pindah jarak sama seperti pindah rumah maupun sekolah, terkadang kita masih membandingkan antara ini dan itu, ketika bertemu, bersabar, dan bercanda. mungkin, akan berbanding terbalik atas kebiasaan yang sudah terlewati. kita membandingkan secara sadar atau tidak, terjebak oleh masa lalu yang membuat kita rindu. ini mungkin alasan kenapa gue susah banget untuk menemukan ketegaran yang baru, karena yang lama sudah rapuh. perjuangan untuk pindah adalah perjuangan untuk melupakan! 
waktu mungkin obat yang paling baik untuk semua luka. tulisan dengan penuh haru dan tetesan air mata ini sungguh mewarnai sesuatu yang indah pada waktunya. gue percaya itu..

kesimpulan nya adalah rumah gue itu adalah mereka! karena mereka adalah tempat gue "pulang" orang terbaik buat kita seperti itu adalah rumah yang sempurna. sesuatu yang bisa melindungi kita dari gelap, hujan, penuh hangat dan kenyamanan...

foto 1 sumber: google

No comments:

Post a Comment